[FF] This Is War


This Is War

Cast:

Lee Seulmi

Lee Joon

Mir

Other Artist

Seminggu sudah waktu berlalu. Seulmi masih dalam keadaan galau. Dia masih bimbang akan keputusan yang ia ambil. 1 tahun berpacaran dengan lelaki yang sangat ia kenal, bukanlah sesuatu yang mudah dilupakan olehnya. Kata “Putus” itu meluncur begitu saja dari mulutnya. Bukan tanpa alasan. Dia sudah muak dengan semua gosip yang beredar mengenai “mantan” kekasihnya itu. Bukan hanya sekali-dua kali saja berita itu mencuat, dan saat itulah puncak dari kesabarannya. Dia sadar dan tau persis resiko menjalin hubungan dengan lelaki itu.

Semenjak putus, Seulmi meminta atau bahkan memohon-mohon agar jadwalnya yang padat dikurangi, hanya demi untuk menenangkan diri. Mulai dari pergi jogging keliling dorm, pergi jalan-jalan di tepi sungai han, sampai mengurung diri di kamar sudah ia lakukan. Tapi rasa gelisahnya tak kunjung reda.

Selama seminggu ini bukan tak ada yang menghubunginya, namun ia sengaja menon-aktifkan handphone-nya untuk sementara dan menggantinya dengan no baru yang hanya diketahui oleh manager kepercayaannya, Haneul.

Dia berjalan lunglai menuju balkon apartemen nya, memandangi keadaan kota Seoul, yang kebetulan sedang sibuk-sibuknya, karena hari itu hari senin.

“Harusnya, aku sadar. Aku tak bisa hidup tanpanya… kenapa aku harus terjebak dalam kubangan cinta yang menyedihkan ini ya Tuhan?” keluhnya dalam diam.

“Aku bukan Wonder Woman, yang bisa selalu kuat kau apa-apakan Joon pabo. Sadar tidak sih kau? Kapan kau berhenti membuatku cemburu? Apa setiap kau berulah, harus aku balas dulu, baru kau sadar? Cinta itu bukan pelajaran matematikan!!” gumamnya masih dalam diam.

“AAAAHHHHHHHHH!!” teiaknya dari balkon. Tak perduli mau ada yang mendengarnya, atau menyangka dia sudah gila. Dia memang gila. Ya, gila karena cinta butanya.

Tiba-tiba i-phone nya berdering.

“Yeobboseo?” sapanya pada orang diseberang

“Masa hiatus seminggumu is over. Now, its time to work. Hari ini kau ada syuting, Seul. Jam 9 akan aku jemput. Tidak boleh menolak untuk pekerjaanmu kali ini.”

Ah,,, Haneul onni… batinnya

“Oh ayolah onni ku yang yeoppo. Aku masi belum siap. Aku,,, aku…” ucap Seulmi terbata-bata… yep, tepat sekali ia masi terbayang lelaki itu. Lelaki yang telah mengisi hari-harinya selama 1 tahun, tapi itu dulu.

“Mi, ayolah. Ini sudah seminggu. Dan kau masih mengingatnya? Bahkan menangis untuknya. Move on! You’re so young. Stop crying dan found ur better love my dear. Kay? And u should remember one thing, don’t cry in front of him. That’s makes u looks weak gurl”

“Iam weak, onni. Im just a weak girl that pretend to be strong. Yes, that’s me. Pathetic huh?”

“Alrite, im going to ur dorm now. And please, don’t cry again. See you there”

Dan sambungan telefonpun terputus.

Don’t cry? I bet, im gonna cry rite away… poor me T___T

***

“See? Sudah baikan kan? Now its time to talk about ur schedule, hari ini syuting MV pertamamu Seul!!” ucap Haneul antusias.

“Woa!! Jincha? MV siapa onni?” tanya Seulmi sambil menyeruput teh hijau  hangat kesukaannya.

“MBLAQ, This Is War” ucap Haneul dengan cengiran menghiasi bibir indahnya…

Seulmi yang baru saja menyerutup teh hijaunya untuk kedua kalinya, sepontan menyemburkan tehnya, tepat ke wajah mulus managernya itu.

[BUURRRRRRRRRR]

“SEULMIIIII,,,” pekik Haneul sambil membersihkan wajahnya yang basah akibat semburan teh hijau tadi.

“Yaaa, onni. Apa-apaan kau? Kau tau sendiri aku baru putus dengannya, belum genap sebulan!! Dan sekarang, kau memintaku dengan memasang tampang wajah tak berdosa. Maksudmu apa?” ucap Seulmi berkobar-kobar.

“Oh ayolah, aku sudah menerima tawarannya dari kemarin-kemarin mi. aku tak mungkin membatalkannya sekarang. Aku kan juga mana tau kau dan dia akan putus seperti ini” ucap Haneul membela diri.

“Shiro” ucap Seulmi tegas.

“Aku tidak mau, dan tidak akan mau. Berapapun aku akan dibayar nanti. Jinca shiro!”

***

Seulmi POV

“Di make up dulu yah noona”

Sial, aku terbuai oleh bujuk rayu Haneul onni. Dia menawari aku no handphone plus alamat member B1A4. Tau saja dia, akukan bisa disebut sebagai salah satu BANA .___. Dan terdamparlah aku disini, ditempat syuting untuk MV MBLAQ yang terbaru ini. Tadi diperjalanan ku sempatkan membaca skrip-nya. Sepertinya alur ceritanya cukup menarik. Tapi aku masi tak tau, siapa yang akan menjadi lawan mainku. Jika dia yang menjadi lawan mainku, bolehkah aku menggunakan kantung plastik untuk menutupi wajahku ini?

“Annyeonghaseyo…” sapa seseorang, dan sepertinya aku mengenal suara ini

“Chondung?”

“Seulmi-ah, jadi?? Kau model MV nya? Lawan mainku?” ucap Thunder diriringi tawa khasnya.

Jadi? Thunder lawan mainku? Tidak buruk. Sama sekali tidak buruk malah.

“Nunaaaa…” pekik lelaki imut berbadan tegap yang muncuk tiba-tiba diambang pintu ruang make up.

“Mireu… “ sambutku sambil memeluk hangat dirinya. Yeah, kami memang cukup dekat. Mir itu member yang paling easy going.

“Nuna, kau kemana saja? Kok baru nongol sekarang?”

“Anniya. Gwanchana. Eh iya, jadi yang main di MV ini kalian berdua?”

“Ani, aku tidak berakting di MV ini, nuna. Aku hanya menemani hyung. Lagipula, aku bosan di dorm. Teman-teman 91line juga sedang sibuk….”

Kalau bukan Mir, berarti….

“Ah, a,, Annyeong” sapa seseorang yang muncul dari ambang pintu. Dan, tak lain dan tak bukan, yah kalian pasti sudah tahulah siapa dia…

***

8.00 PM

Author POV

Seulmi yang baru saja selesai mandi setelah tadi seharian tidur karena kelelahan syuting untuk MV pertamanya. Dia berganti baju dengan kemeja putih polos kebesaran kesayangannya yang merupakan milik ayahnya dan celana hotpants super pendek fav. Baju itu yang bisa iya kenakan saat di dorm sendiri.

Ia pun beranjak menuju ruang santai tempat menonton TV. Dipilih-pilihnya channel, namun tak ada yang menarik. Dan tiba-tiba, bel apartemen nya berbunyi. Saat pintunya dibuka…

“Kejutan!!”

“Ah, kau. Ku kira siapa. Ayo masuk. Pasti kau lelah sekali” kata Seulmi menyambut kedatangan kekasihnya, Lee Joon.

Kalian pasti bertanya-tanya, bukankah mereka putus? Ya, memang. Tapi setelah selesai syuting MV MBLAQ tadi, mereka rujuk(?) kembali. Dengan solusi selama itu mengenai pekerjaan, dengan siapapun, itu tak masalah.

“Kau baru pulang, lee?” tanya Seulmi yang duduk disamping kekasihnya itu.

“Kelihatannya? Haha, iya sayangku. Tadi setelah selesai syuting, kami kembali ke dorm sebentar untuk beristirahat. Lalu pergi lagi untuk pemotretan albumnya. Bagaimana denganmu, cantik? Eh, kau habis mandi ya?” tanya Joon sambil menendus(?) leher jenjang nan putih kekasihnya itu.

“Ne, oppa. Wae? Ehm, kau tau? Seharian tadi aku hanya tidur. Lelah sekali rasanya. Kau sudah mandi belum?”

“Belum, nanti saja. Gampang. Sekarang aku ingin melepas rinduku selama seminggu ini. Kau tau? Aku hampir gila gara-gara nomermu tidak aktif. Untuk saja Mir cukup sabar. Dia bahkan yang menenangkan aku seminggu kemarin.” Cerita Joon sambil memainkan jari lentik  Seulmi

Seulmi yang sibuk memandangi wajah tampan joon hanya bisa tersenyum

“Jangan,,, pernah begitu lagi, ya? Tiba-tiba mengucapkan kata putus. Aku kalut setengah mati saat melihatmu menangis. Aku tau, aku salah, dan aku hanya bisa minta maaf. Ini pekerjaan, tuntutan perusahaan. Kau mengertikan, sayang?” ucapnya sambil menatap mata indah Seulmi. Tak biasanya Lee Joon yang kocak dan apa adanya ini berbicara seserius ini.

Seulmi hanya mengangguk dan memberikan senyum terindah untuk lelaki dihadapannya ini.

Hening sesaat… Joon sibuk memainkan rambut Seulmi sambil matanya fokus menonton TV. Seulmi duduk disamping Joon dan menyenderkan kepalanya di bahu kokoh milik lelaki yang sangat ia sayangi ini.

“Ah, lupa. Mau minum apa? Kau pasti haus” ucap Seulmi memecah keheningan, diapun membelai wajah pacarnya itu.

“Apa saja, my princess. Selama ada kau, aku tak minumpun, tak apa”

“Ih, gombal. Belajar dari siapa huh?” tanya Seulmi dari dapur.

“Dari teman Mir, Woohyun.”

“Ah, si Namgrease. Dia memang jago dalam menggombali fans-nya”

“Dari ucapanmu. Sepertinya kau kenal dekat dengannya”

“Memang. Infinite dan aku debut hampir bersamaan, kau ingat?”

“Ah, kau kenal dekat dengan mereka semua?”

“tentu, aku akrab dengan semuanya. Terutama Sungjong, Woohyun dan Sungyeol. Kenapa? Kau cemburu?” tanya Seulmi berkacak pinggang tepat di depan Joon duduk.

Lee Joon yang baru menyadari kekasihnya ini mengenakan baju yang menurutnya super sexy, otomatis membuatnya hampir mimisan karena membayangkan tubuh mulus yang berada dibalik kemeja kebesaran yang dikenakan pacarnya itu. Dalaman hitamnya terlihat cukup jelas dari luar. Aigo, jadi begini rasanya menahan nafsu untuk menerkam pacarnya sendiri. Tenang, Joon. Tahan-tahan. Kau pasti bisa, batinnya.

“Ah, airnya pasti sudah matang. Tunggu sebentar ya, sayang. Ku seduh dulu teh hijaunya” kata Seulmi sambil berlari kembali ke dapur.

Huft, pergi untuk sejenak. Cukup untuknya menarik nafas.

Seulmipun kembali sambil membawa the hijau fav mereka berdua. Ia membungkuk meletakkan gelas teh di hadapan Joon, otomatis celana hotpantsnya yang super pendek itu terlihat oleh Joon, bokong Seulmi pun tercetak jelas(?)

Aigo, apa dia menggodaku? Tak tau kah dia, tak usah berbaju seperti ini saja, aku sudah ketar ketir menahan nafsu untuk menerkam dirinya. Seulmi kembali duduk manis dan memposisikan kepalanya pada bahu Joon.

“Aku rindu sekali padamu, Lee” kata itu meluncur dari bibir Seulmi, ia mendongak menatap mata sipit Joon. Sekarang mereka saling bertatapan. Jarak wajah mereka hanya sejengkal, atau mungkin kurang?

Entah siapa yang memulai, lama-lama jaraknya semakin mendekat.

“Kau… keberatan?” tanya Joon

“Sama sekali tidak”

Sedetik kemudian, bibir Joon dan kekasihnya itu sudah menempel. Ciuman lembut penuh kasih sayang awalnya. Namun kelamaan, ciuman itu berubah menjadi sedikit bernafsu. Seulmi yang memang belum terlalu ahli dalam berciuman, hanya mengikuti tempo permainan nakal Lee Joon. Lengan kekar Joon berpindah dari wajah kekasihnya itu menjadi ke pinggul ramping Seulmi. Jemari lentik Seulmi pun sekarang bersarang dirambut Joon, mempererat ciuman panas mereka berdua.

Ruang tengah itu sekarang terasa lebih panas dari biasanya, hanya ada suara Televisi yang menyala, diselingi oleh kecapan dari ciuman panas dua insan yang sedang dimabuk kerinduan. Ciuman Joon berpindah dari bibir, menuju ke leher Seulmi. Entah setan apa yang merasuki Joon yang membuat dia tak bisa mengendalikan aksinya kali ini. Entah setan apapula yang merasuki Seulmi, hingga ia hanya diam dan pasrah menikmati(?) apa yang diperbuat kekasihnya ini.

Tangan Joon yang tadinya hanya dipinggul Seulmi, sekarang bermain riang(?) diperut sixpack kekasihnya itu. Posisi ciuman yang awalnya duduk, sekarang berubah menjadi tidur terlentang di sofa ruang tamu apartemnt Seulmi. Tanpa disadari, tangan Joon sudah melucuti separuh kancing kemeja yang Seulmi gunakan. Dalaman hitam milik kekasihnya kini terpampang separuh dihadapannya.

Tangan Seulmi pun mulai nakal menggerayangi sixpack di perut kekasihnya itu. Kaos hitam yang Joon nyaris terlepas.

Lee Joon pun melanjutkan ciumannya dengan Seulmi, sambil tangannya sekarang bermain dipantat(?) Seulmi.

Tiba-tiba, Iphone milik Lee Joon berbunyi…

“Shit…” Lee Joon sibuk merapikan bajunya

Aktifitas yang tadi asyik mereka lakukan otomatis terhenti. Bunyi telefon itu menyadarkan mereka berdua.

Joon buru-buru mengangkat telefon yang dari tadi terus berdering. Dia mencoba menetralkan suaranya

“Ah, yeobboseo?” sapanya

“….”

Seulmi sibuk merapikan kancing bajunya yang sudah terbuka separuh dibagian bawah akibat ulah Lee Joon.

“Ah, ne, hyung. Aegishimnida. Aku segera kesana. Ne…”

“Ah, sayang. Aku harus kembali ke dorm. Aku ada jadwal latihan untuk comeback nanti. Mian”

“Gwanchana.” Jawab Seulmi sambi tersenyum

“Untuk yang tadi… aku benar-benar minta maaf. Tadi,,, aku benar-benar kelepasan. Harusnya aku bisa menahan…”

“Gwanchana, Lee. Sudah lupakan saja, okay? Aku tak apa-apa kok” kata Seulmi sambil mengecup pipi kekasihnya itu

“Kalau begitu, aku pergi sekarang ya. Yang lain sudah menungguku. Kau cepat tidur. Jaljayo. Annyeong”

“Ne…”

Lee joon pun berjalan cepat menuju dorm-nya.

Sial, pria macam apa aku ini? Nyaris saja aku membuatnya celaka. Bagaimana kalau tadi tidak ada telefon? Pasti sudah berujung di kamar. Lain kali aku harus lebih bisa menahan diri. Ini benar-benar gawat. This is war… Perang melawan nafsuku sendiri. Aish, jinca.

***

*cuap cuap*

Well, hanya untuk penjelasan, model MV nya sebenernya bukan karakter Seulmi .__.

Its just a fanfiction remember?

dan maaf sebesar-besarnya, ni FF terliar (?) yang pernah gue bikin… entah kok bisa jadi gini .___.

tiap liat Lee Joon pasti auranya sexy, walau aslinya dia rada katrok, bego lagi *ditabok A+*

Happy reading.

kalau masi punya hati, leave ur comment ^^*

See u :))

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s